Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Said Didu

PARANGMAYA – Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Said Didu menyoroti pernyataan dari Arya Sinulingga dalam sebuah pemberitaan. Arya mengatakan bahwa “Pembengkakan itu hal yang wajar,”katanya. Pernyataannya ini terkait kebijakan penyertaan modal negara melalui APBN, untuk menambal pembengkakan proyek KA Cepat Jakarta-Bandung, yang mencapai USD 7,97 miliar. Jumlah angka pembengkakannya diperkirakan mencapai Rp 26,6 triliun.

Said langsung mempersoalkan letak kewajaran dari pembengkakan biaya tersebut. Karena menurut analisisnya “Eskalasi biaya lebih 10 % dari rencana awal adalah pekerjaan orang yang tidak bisa merencanakan,”tegasnya.

Kritik tersebut ditulis lewat akun media sosial twitter miliknya @msaid_didu pada tanggal 10 Oktober 2021.

Dia bahkan mengungkit kronologi penolakan studi dari Jepang, karena KA Cepat tersebut menghabiskan biaya mancapai $ 6 milyar.

Sedangkan Tawaran China diterima, karena besaran proyeknya sebesar $ 5 milyar. Dia mengatakan, ternyata saat ini biaya proyek KA Cepat China itu “sekarang melonjak menjadi $ 8,6 milyar. Wajarnya di mana ?,” tegasnya.

Wajar ? Eskalasi biaya lebih 10 % dari rencana awal adalah pekerjaan orang yang tidak bisa merencanakan.
Study Jepang perkirakan biaya sekitar $ 6 milyar ditolak karena tawaran China saat itu sekitar $ 5 milyar. Sekarang melonjak menjadi $ 8,6 milyar. Wajarnya di mana ?

Sebelumnya, diketahui bahwa pembiayaan proyek KA cepat Jakarta-Bandung membengkak Rp 26,6 triliun. Sedangkan perhitungan awal, proyek ini berbiaya sebesar USD 6,07 miliar, dan mencantumkan kerja sama pemerintah Indonesia dan China. Saat ini biaya proyek menjadi USD 7,97 miliar.

Baca juga:  Dewan Pers ke PWI Jatim Ajak Konstituen Bersinergi

“Pembengkakan itu hal yang wajar, namanya juga pembangunan awal. Kemunduran-kemunduran yang sebelumnya itu akan menaikkan cost. Hampir semua negara mengalami hal yang sama,” kata Arya Sinulingga (9/10/2021)

***

 

Sumber : Twitter