Sekjen Kemhan Membuka Soft Entry Meeting Pemeriksaan BPK RI Atas LK UO Kemhan TA. 2023

Sekjen Kemhan Membuka Soft Entry Meeting Pemeriksaan BPK RI Atas LK UO Kemhan TA. 2023

Jakarta – Sekjen Kemhan Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., M.S.P. membuka kegiatan Soft Entry Meeting Pemeriksaan BPK RI Atas Laporan Keuangan Unit Organisasi (LK UO) Kementerian Pertahanan RI TA. 2023, di Kementerian Pertahanan, Selasa (23/01).

Dalam sambutannya, Sekjen Kemhan menyatakan bahwa soft entry meeting ini adalah langkah awal dalam proses pemeriksaan Laporan Keuangan UO Kemhan, dan untuk memastikan laporan keuangan yang disusun dapat di pertanggungjawabkan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan melalui kolaborasi dengan BPK RI.

adsbygoogle


Pada pemeriksaan sebelumnya, Kemhan telah berhasil mencatat prestasi yang membanggakan dengan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 5 (lima) kali berturut-turut. Keberhasilan ini mencerminkan dedikasi dan profesionalisme dalam pengelolaan keuangan, serta komitmen untuk menjaga integritas dan kualitas laporan keuangan.

“Kepada Kasatker dan Kasubsatker, saya harap secara cermat dapat menyiapkan data, dokumen dan keterangan yang diperlukan oleh tim pemeriksa BPK RI”.

Kepada tim pemeriksa BPK RI, Sekjen Kemhan menyampaikan ucapan selamat bertugas dan penghargaan yang tinggi atas kerja samanya. Diharapkan pemeriksaan BPK RI terhadap laporan keuangan UO Kemhan Tahun 2023 menjadi instrumen untuk mendorong perubahan positif dan peningkatan dalam pengelolaan keuangan Kemhan.

Turut hadir dalam kegiatan Soft Entry Meeting yaitu Irjen Kemhan Letjen TNI Budi Prijono, Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Unhan RI Mayjen TNI Amad Sugiyono, Pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemhan, serta Tortama KN I BPK RI Dr. Akhsanul Khaq, M.B.A., CMA., CFE., CSFA., CPA., CfrA., Ak., CertDA berserta tim. (Biro Humas Setjen Kemhan)

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga prahara diatas, dinahkodai oleh begawan politik, bernama Arya Wiraraja. Arya Wiraraja bukanlah politilisi murahan, yang hanya memburu harta maupun jabatan. Baginya politik itu adalah pertaruhan […]

...