Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Banjir Bandang

PARANGMAYA.COM – Kasi Kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Semarang, Riyadhi megatakan, hujan deras pada Minggu (12/9/2022) menyebabkan pondasi talud sepanjang 15 meter dengan tinggi 6 meter yang berada di Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas longsor.

Longsor juga terjadi di sejumlah titik ketika Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dalam 2 hari terakhir pada Minggu (11/9/2022) kemarin. Material tanah yang hanyut bersama air menimpa sebuah rumah dan menyebabkan kerusakan.

“Beruntung tidak ada korban dalam longsor yang terjadi di Bergas Lor. tingginya talud yang longsor menyebabkan material tanah menghantam rumah warga hingga menyebabkan kerusakan pada bagian depan rumah warga. Selain merusak rumah warga, material longsor juga menutup akses jalan kampung dan menutup akses jalan ke Sendang Ngijo. ” Untuk menyingkirkan material tanah, kami turunkan personil dan alat berat, setelah beberapa jam dilakukan evakuasi Alhamdulilah jalan bisa dibuka dan sebagian material sudah dibersihkan,”tuturnya, sebagaimana dilansir dari tvonenews pada Senin (12/9/2022).

Riyadhi juga menambahkan, Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir juga menyebabkan tanah amblas di Desa Keji, Ungaran Barat. ” Kami juga mendapatkan laporan adanya tanah amblas yang terjadi di Desa Keji, setelah kami lakukan asesmen jalan amblas menyebabkan jalan perumahan sepanjang 30 meter dengan lebar 6 meter rusak. selain itu beberapa rumah juga ikut rusak,” kata Riyadhi.

Baca juga:  Begini Keterangan Polisi Soal Video Viral Geng Motor dan Kelompok Bersajam, Ini Penjelasannya !

Sementara itu, hujan deras yang terjadi pada hari minggu kemarin juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran. Dimana satu rumah warga dibanjiri lumpur setelah air hujan menyebabkan tanah longsor.

” Jadi akibat hujan deras, sebuah talud dibelakang rumah sepertinya longsor dan menyebabkan material tanah hanyut oleh air. Saya terpaksa menjebol tembok rumah agar air tidak merusak bangunan utama dan mengalihkan aliran air, ” ujar Kukuh Anggriawan warga dusun Blanten, Desa Nyatnyono, Ungaran Barat.

BPBD Kabupaten Semarang menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap curah hujan yang tinggi, karena Kabupaten Semarang memiliki sejumlah daerah rawan longsor, terutama di wilayah perbukitan.***