Terkuak, Ternyata KADIN Bukan Kamar Dagang Biasa !

Pixabay_Ilustrasi Tambang

Pixabay_Ilustrasi Tambang

PARANGMAYA – Aburizal Bakrie telah dikenal, sebagai konglomerat kelas kakap dan politikus kelas berat di Indonesia. Belakangan, disinyalir keputusan putra sulungnya akan mundur, dari persaingan menjadi ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Sinyal tersebut kuat sekali, dan menimbulkan hipotesis, akankah era Bakrie telah lewat.

Terpantau, bahwa butuh intervensi langsung Presiden Joko Widodo untuk memaksa Anindya Bakrie, 46, menarik pencalonannya dan membiarkan lapangan terbuka, bagi eksekutif perusahaan energi Arsjad Rasjid, 51, dua hari menjelang kongres tiga hari KADIN di ibukota provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari.

adsbygoogle


Ditengah lonjakan Covid-19 di Indonesia, konferensi ini akan tetap berjalan, tetapi dengan jumlah terbatas, tanpa formalitas pemilihan. Keadaan tersebut berlangsung setelah Anindya, menyetujui solusi kompromi. Dia diangkat menjadi Dewan Penasehat ketua KADIN

Dukungan presiden kepada Arsjad, yang menjabat sebagai CEO perusahaan pertambangan, dan konstruksi batu bara PT Indika Energy Tbk, sudah lama terlihat.  Sebelumnya, dia memanggil Ketua KADIN saat ini Rosan Roeslani dan dua kandidat ke istana pada hari Selasa, tanggal 29 Juni 2021.

Mundurnya Anindya Bakrie, dianggap sebagai langkah kemunduran bagi Bakrie (74 tahun), ditambah kesulitan keuangan yang tampaknya semakin dalam, akibat jatuhnya harga batu bara tahun lalu. Sehingga berdampak pada perusahaan andalannya PT Bumi Resources Tbk, pemilik tambang Kaltim Prima dan Arutmin di Kalimantan, sebagaimana dilansir dari Asia Times pada Selasa, tanggal 29 Juni 2021.

Forbes Asia menempatkan kekayaan bersih keluarga Bakrie sebesar US$5,4 miliar, pada tahun 2007, dan menjadikannya orang terkaya di Indonesia saat itu. Namun, tahun lalu, Bakrie bahkan tidak masuk dalam 50 besar pengusaha Indonesia versi majalah, yang kekayaan gabungannya diperkirakan lebih dari $133 miliar.

KADIN bukan kamar dagang biasa. Tidak seperti kebanyakan mitra asingnya, ini adalah badan hukum yang mewakili sektor bisnis swasta Indonesia dan antarmuka resminya dengan pemerintah. Dalam hal itu, ia memiliki kekuatan lobi tidak seperti yang lain.

Dalam sebuah analis mengatakan bahwa intervensi Widodo, menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan KADIN menyusul pengesahan Omnibus Law Penciptaan Lapangan Kerja 2020, yang menetapkan bahwa investor asing harus bermitra dengan pengusaha lokal.

Bayangan Bakrie telah membayangi KADIN sejak 1994, saat itu didorong oleh posisinya sebagai pengusaha pribumi (pribumi) terkemuka, ia mengalahkan calon presiden Suharto, AR Ramly, mantan kepala perusahaan minyak milik negara Pertamina, untuk jabatan ketua.

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga...