Ustadz Hilmi Firdausi Berikan Pencerahan Soal Viral Statmen KSAD Dudung yang Sebut “Tuhan Kita Bukan Orang Arab”

Twitter_Hilmi Firdausi

Twitter_Hilmi Firdausi

PARANGMAYA – Ustadz Hilmi Firdausi memberikan pencerahan terkait viral statmen KSAD Dudung Abdurachman yaitu “Tuhan kita bukan orang Arab”. Dia menerangkan bahwa, ada pilihan redaksi yang bijaksana ketika tidak berdoa menggunakan bahasa Arab.

Redaksi Dudung sebelumnya adalah “Kalau saya berdoa setelah sholat, berdoa saya simpel aja, Ya Tuhan pakai bahasa Indonesia aja,”ucapnya. Disambung dengan kalimat “karena Tuhan kita bukan orang Arab,”katanya.

adsbygoogle


Hilmi memberikan pilihan redaksi singkat terkait hal tersebut. Dia mengatakan “Kenapa anda tidak bilang “berdoa bisa pakai bahasa apa saja, tidak harus bahasa arab karena Tuhan kita maha mengerti”?,”tuturnya.

Dia menerangkan hal tersebut lewat akun twitter pribadinya @Hilmi28 pada Rabu, tanggal 1 Desember 2021.

Adapun pilihan redaksi yang dipilih oleh KSAD Dudung, menurutnya terkesan tidak bijaksana.

“Pak, statement anda bahwa Tuhan kita bukan orang Arab itu tidak bijaksana,”katanya.

Hilmi menerangkan dua hal tentang letak ketidak proporsionalan dalam redaksi Dudung. Pertama, kesalahan menganalogikan Tuhan dengan orang. Kedua, kesalahan dalam mengkaitkannya dengan salah satu suku dan bangsa, yaitu Arab. Menurutnya kesalahan pada poin nomor dua tersebut, tidak selayaknya diucapkan, karena “sungguh tidak elok untuk persatuan bangsa,”katanya.

“Pak, statement anda bahwa Tuhan kita bukan orang Arab itu tidak bijaksana. Yang pertama, menganalogikan Tuhan dengan orang saja sudah salah. Lalu mengaitkan dengan suku Arab sungguh tidak elok untuk persatuan bangsa. Kenapa anda tidak bilang “berdoa bisa pakai bahasa apa saja, tidak harus bahasa arab karena Tuhan kita maha mengerti”?,”paparnya.

***

Sumber : Twitter

Terkini

PARANGMAYA.COM – Kerajaan Maritim Majapahit bediri diantara beberapa prahara besar. Prahara yang melumat 2 kerajaan Jawa yaitu Singhasari dan Daha. Ditambah dengan pengusiran ekspansi imperium mongol ke tanah Jawa. Ketiga...