Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Pic Formula E

PARANGMAYA – Warganet sontak bereaksi ketika akun FerdinandHaean3 berkomentar bahwa “Kocak juga Gubernur ini. ternyata bakat juga jadi pelawak. Balapan tanpa sirkuit,”tulisnya. Waganet beramai-ramai dengan tulisan satire membalas komentar tersebut.

Komentar netizen diposting di Twitter pada Minggu, tanggal 17 Oktober 2021.

Pemilik akun @gun70674 menjelaskan diakhir balasannya “Sekelas FIA E kalau sudah keluar persetujuan dan jadwalnya, tandanya saprasnya sudah siap….LUGU ne pooollll,”selorohnya.

Redaksi sebelumnya mengatakan bahwa, dia malu menjadi orang Indonesia, karena masih ada orang Indonesia seperti Ferdinand.

“Bang..Bang @FerdinandHaean3 sebutan apalagi ya yg pantas utk Abangku satu ini…sy sbg orang Indonesia malu, koq ada orang Indonesia kaya Abang Ferdinand. Sekelas FIA E klo sdh kluar persetujuan & jadwalnya, tandanya saprasnya sdh siap….LUGU ne pooollll,”jelasnya.

Balasan komentar lainnya dari @Danish89868671 yang justru bertanya balik, apakah setiap sirkuit harus permanen.

“SMA mu dimana, emang semua sirkuit permanen?

Sedangkan akun @DaengKayo89 langsung memposting gambar negara-negara yang menjadi tuan rumah Balap Mobil Listrik Formula E 2022, dan nampak ada Jakarta-Indonesia. Dia langsung membuat satire tajam “Bagaimana kau rasa setelah lihat foto ini, Sakit tak berdarah yah,” ungkapnya.

Pemilik akun @ridwansyah2013 juga mengingatkan dengan sentilan tajam “Biasanya kowe bisa menerawang? Kok kali ini gak nge-nujum lagi? Gak nyampe nalarnya? Kalo nalar cuma sejengkal, jgn berharap bisa pintar tong Hati yg butek dgn iri dan dengki, gak bisa bangun nalar yg jernih dan cerdas,”ucapnya.

“SMA mu dimana, emang semua sirkuit permanen?,”katanya.

“Bagaimana kau rasa setelah lihat foto ini, Sakit tak berdarah yah,”ungkapnya.

“Biasanya kowe bisa menerawang? Kok kali ini gak nge-nujum lagi? Gak nyampe nalarnya? Kalo nalar cuma sejengkal, jgn berharap bisa pintar tong Hati yg butek dgn iri dan dengki, gak bisa bangun nalar yg jernih dan cerdas,”paparnya.

***