Proyek Strategis Nasional akan Melahap 146 Hektar Lahan di Desa Wadas untuk Dijadikan Tambang Andesit, Simak Penjelasannya Disini !

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Pic Wadas

PARANGMAYA – Organisasi Rakyat GEMPADEWA hingga saat ini, terus menyuarakan penolakan pertambangan batuan Andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Organisasi tersebut mencatat bahwa, tanah seluas 146 hektar di Desa Wadas rencananya akan digunakan sebagai lokasi tambang.

“Salah satu proyek infrastruktur yang akan mengusir warga dari tanahnya adalah Bendungan Bener di Purworejo. Tanah seluas 146 hektar di Desa Wadas rencananya akan dikorbankan untuk dijadikan lokasi tambang guna memenuhi kebutuhan material pembangunan bendungan Bener,”tulisnya.

Daerah yang diplot sebagai area pertambangan tersebut, menghasilkan batuan andesit. Batuan tersebut akan digunakan, untuk bahan baku material pembangunan Bendungan Bener di Purworejo.

Dan rencana pembukaan area pertambangan tersbut, ditolak oleh warga Wadas.

“Rencana pertambangan batuan andesit itu, tentu mendapat penolakan keras dari warga Wadas. Warga Wadas sadar, bahwa selain kehilangan tanah dan ruang hidupnya, Warga Wadas juga akan kehilangan sejarah,”ungkapnya.

Penolakan ini diungkapkan dalam akun twitter @Wadas_Melawan, yang merupakan akun resmi organisasi rakyat GEMPADEWA, menolak pertambangan batuan Andesit di Desa Wadas pada Sabtu, 23 Oktober 2021.

Dasar argumentasi penolakan tersebut, antara lain: (1) Dewasa ini, pemerintah sangat berambisi mengejar angka pertumbuhan ekonomi. Demi ambisi ini, pemerintah rela menghabiskan ratusan bahkan ribuan triliun rupiah untuk membangun proyek-proyek infrastruktur (2) Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan beberapa perubahannya, tercatat ada sekitar 201 proyek dan 10 program proyek strategis nasional yang rencananya akan menelan anggaran 4 ribu triliun lebih. (3) Megaproyek-megaproyek mahal ini tidak hanya menelan ribuan triliun rupiah. Ribuan bahkan jutaan manusia, juga harus kehilangan tanah dan tempat tinggal mereka demi memenuhi ambisi sesat pemerintah dan oligarki.

***

Sumber : Twitter

Baca Juga :

Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on telegram
Share on whatsapp

Sign Up for Newsletter

Dapatkan update artikel terkini dari Parangmaya

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

Pesan Sekarang