Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Elang Hitam

PARANGMAYA – Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat 196 spesies burung sejauh ini. Cakupan kawasan tersebut merupakan ekosistem hutan dan pegunungan pada dataran tinggi, ditambah  sebagian kecil ekosistem ranu (danau).

Menariknya, 18 spesiesnya termasuk dalam kategori burung pemangsa (Raptor).

Raptor atau burung pemangsa adalah burung yang mencari makan dengan cara berburu. Biasanya mereka terbang, menggunakan indra tajam mereka, terutama penglihatan.

Mereka terdefinisikan sebagai burung yang utamanya berburu hewan bertulang belakang, termasuk juga burung lain. Cakar dan paruh mereka cenderung lebih besar , kuat dan beradaptasi merobek daging.

Mayoritas raptor betina lebih besar daripada individu jantan.

Sedangkan  istilah Raptor berasal dari kata rapere artinya merebut atau merebut dengan paksa, dan mungkin merujuk secara informal kepada semua burung pemangsa.

Raptor terbagi menjadi 2 kategori yaitu diurnal (aktif pada siang hari) dan nocturnal (aktif pada malam hari).

Raptor yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terdapat 4 Family burung yang masuk kategori raptor antara lain (1)Accipitridae (2) Falconidae (3) Strigidae (4) Tytonidae.

Berikut ini adalah daftar Raptor yang ada di kawasan TNBTS :

1. Elang-alap China (Tachyspiza soloensis)

Burung jenis ini sebagian burung pemangsa diurnal. dan biasanya melakukan migrasi. Sedangkan Elang-alap China ini berkembang  biak di Asia Timur Laut dan Cina. Umumnya tercatat mulai mengunjungi TNBTS pada bulan september.

2. Elang-alap Jepang (Tachyspiza gularis)

Serupa dengan Elang-alap China, raptor yang satu ini pun termasuk predator migrant. Berbiak di Paleartik Asia Timur. Umumnya tercatat mulai mengunjungi TNBTS pada bulan september.

3. Elang-alap Jambul (Lophospiza trivirgata)

Sedangkan jenis Elang-alap Jambul merupakan penetap dengan sebaran terbatas di kawasan TNBTS. Memiliki ciri unik ketika masa biak yaitu memperlihatkan gaya terbang yang khas, getaran sayap (bulu putih sisi tubuh terlihat jelas).

4. Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus)

Sesuai namanya yaitu Changeable Hawk-eagle, raptor yang satu ini memiliki warna yang bervariasi dan berubah-ubah. Salah satu kompetitor utama Elang Jawa.

5. Elang Hitam (Ictinaetus malayensis)

Elang Hitam sangat mudah dijumpai di kawasan TNBTS. Populasinya bisa dikatakan masih melimpah dibandingkan dengan jenis raptor lainnya.

6. Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)

Sang Garuda yang menjadi salah satu icon dan satwa prioritas di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Khusus Raptor yang satu ini monitoring setiap tahun rutin dilakukan untuk memantau perkembangan populasinya di TNBTS.

7. Elang Perut Karat (Lophotriorchis kienerii)

Elang Perut Karat merupakan jenis raptor yang cukup jarang dijumpai. Mereka memiliki sebaran terbatas di TNBTS bahkan pulau Jawa. Individu muda (juvenile) berwarna putih susu tanpa corak pada bagian dadanya.

8. Elang Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhyncus)

Raptor migrant yang juga tercatat mengunjungi TNBTS pada bulan September. Berbiak di Palearktika Timur, India dan Asia Tenggara. Jenis ini memiliki ras penetap untuk Pulau Jawa, namun sejauh ini belum ada catatan perjumpaan di kawasan TNBTS.

9. Elang Ular Bido (Spilornis cheela)

Elang Ular Bido merupakan raptor diurnal yang ada, Elang Ular Bido termasuk yang paling ribut dan hampir selalu terdengar bersuara jika menampakkan dirinya.***

Sumber : TNBTS

Artikel Terkait

Terkini Teraktual