Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Foto Roy Suryo

PARANGMAYA – Mantan Menpora era SBY, Roy Suryo menyoroti pemberitaan yang mengkabarkan bahwa Bandara Internasional Kualanamu-Medan telah dikelola oleh Asing. Tepatnya saham PT Angkasa Pura II, telah melepas sahamnya sebanyak 49 % kepada GMR Airport Consortium asal India.

Nilai saham yang dilepas cukup fantastis, mencapai Rp 85,6 triliun dan akan dikelola selama 25 tahun.

Pemberitaan ini sontak memantik Roy Suryo untuk mengeluarkan pendapat dengan nada meninggi. Dia mengatakan bahwa bandara Kualanamu diproyeksikan untuk bersaing dengan bandara Changi di Singapura. Namun, “kini dengan entengnya “dijual” 25 tahun ke India,” tegasnya.

Pendapatnya ini diutarakan melalui akun twitter pribadinya @KRMTRoySuryo2 pada Jumat, tanggal 26 November 2021.

Dia bahkan, memprediksi bahwa kemungkinan bandara lainnya akan mengalami nasib serupa. Dia menyebut “Belum besok-besok Bandara-bandara lainnya (Kertajati & Purbalingga)?,”sambungnya.

Roy bahkan, mengkhawatirkan warisan untuk generasi berikutnya, kalau aset seperti bandara dijual. Dia mengatakan ” Anak-anak cucu kita dapat apa?Malu, Mangkrak, Meroket (Hutangnya),” katanya.

Bandara Internasional Kualanamu, Medan diresmikan pada 27 Maret 2014 dipenghujung kepemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Th 2014, Indonesia Bangga dengan Bandara termodern di Medan yang diproyeksikan bersaing dengan Changi, Singapura. Tetapi kini dengan entengnya “dijual” 25th ke India, Belum besok-besok Bandara-bandara lainnya (Kertajati & Purbalingga)? Anak-anak cucu kita dapat apa? Malu, Mangkrak, Meroket (Hutangnya) AMBYAR,”bebernya.

***

Sumber : Twitter

Artikel Terkait

Terkini Teraktual