Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Foto Roy Suryo

PARANGMAYA – Pakar Telematika, Roy Suryo melayangkan kritik keras terhadap manajemen komunikasi pemerintah yang sangat buruk terkait informasi penghapusan pertalite dan premium.

Roy menegaskan bahwa “Saya komen bukan selaku Ahli / Pengamat ESDM, namun lebih bersifat Kritik keras terhadap Manajemen Komunikasi Pemerintah yang Sangat Buruk,”saat dikonfirmasi oleh parangmaya.com pada tanggal 25 Desember 2021.

Dia menjelaskan bahwa “Jelas-jelas Pemerintah (melalui Situs Resmi Kominfo) mengatakan Hal tersebut HOAKS, Namun faktanya NYATA. Dengan demikian Rakyat harus percaya kepada siapa lagi kalau bukan Pemerintah (yang Jangan malah menyebarkan HOAKS),”tuturnya.

“Saya komen bukan selaku Ahli / Pengamat ESDM, namun lebih bersifat Kritik keras tehadap Manajemen Komunikasi Pemerintah yang Sangat Buruk. Jelas-jelas Pemerintah (melalui Situs Resmi Kominfo) mengatakan Hal tersebut HOAKS, Namun faktanya NYATA. Dengan demikian Rakyat harus percaya kepada siapa lagi kalau bukan Pemerintah (yang Jangan malah menyebarkan HOAKS),”bebernya.

Roy menggarisbawahi bahwa spektum kritiknya pada pola komunikasinya bukan kebijakan penghapusan pertalite atau premiumnya.

Kritiknya tersebut, didasarkan kepada keterangan dari situs resmi Kominfo, terkait hal tersebut.

  Terkini ! Kapolri Berhasil Membongkar Peran Ferdy Sambo pada Tragedi Jumat Berdarah di Duren Tiga, Simak dan Lihat Videonya Disini !

Pada bulan September 2020. Pihak Kominfo secara gamblang menyatakan “[Hoaks] PT Pertamina (Persero) Akan Menghapus BBM Jenis Premium dan Pertalite”.

Bukti pernyataan dari pihak pemerintah itu, dia sertakan pada akun twitter pribadinya @KRMTRoySuryo2 pada Jumat, tanggal 24 Desember 2021.

Dia mengatakan bahwa “Saat September 2020 lalu, Kominfo (baca: Pemerintah) secara tegas mengatakan ini hoaks alias Kabar Bohong saja,”ungkitnya.

Roy juga menyodorkan bukti bahwa, ternyata penghapusan premium dan pertalite “Faktanya benar direncanakan, bahkan de Facto Premium memang sudah jarang dijual lagi di SPBU-SPBU,”bebernya.

Dia bahkan, menampilkan beberapa pemberitaan yang membenarkan hal tersebut, pemberitaan tersebut antara lain berjudul : (1) Pemerintah Bakal Hapus Pertalite dan Premium, Ini Bocoran Tahapannya (2) Sekarang Premium Siap-Siap Pertalite Juga Bakal Dihapus (3) Premium dan Pertalite Dihapus, Pertamina : Kami Ikut Arahan. Seluruh pemberitaan tersebut pada bulan Desember 2021.

Setelah membeberkan kontradiksi keterangan pemerintah antara bulan September 2020 dengan Desember 2021. Dia menutup narasi nya dengan mengatakan “Alih-alih Alasan “Ramah Lingkungan”, ini “Tidak Ramah Uang Rakyat”,”tegasnya.

  Terbaru! Polisi vs Mafia Terkait Tragedi Jumat Berdarah di Rumah Dinas Ferdy Sambo, Ini Penjelasannya !

“Saat Sep 2020 lalu, Kominfo (baca: Pemerintah) secara tegas mengatakan ini hoaks alias Kabar Bohong saja. Namun Faktanya benar direncanakan, bahkan de Facto Premium memang sdh jarang dijual lagi di SPBU-SPBU. Alih2 Alasan “Ramah Lingkungan”, ini “Tidak Ramah Uang Rakyat”. AMBYAR,”katanya.

***

Sumber : Twitter

Artikel Terkait

Terkini Teraktual