Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Semeru Erupsi

PARANGMAYA – BNPB melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat. Sehingga memicu luncuran guguran lava pijar sejauh 500-800 meter.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mencatat bahwa, guguran lava pijar yang berhasil diamati memiliki jarak luncur kurang lebih 500-800 meter, dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Guguran awan panas mengarah ke tiga desa antara lain : (1) Desa Besuk Kobokan (2) Desa Sapiturang (3) Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada pukul 15.20 pada Sabtu, tanggal 4 Desember 2021.

Peristiwa tersebut, dilaporkan dari hasil pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur. Pos tersebut terletak di Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Aktivitas getaran banjir lahar, dan guguran awan panas tercatat dimulai pada pukul 14.47 WIB, berkekuatan amplitudo maksimal 20 milimeter, sebagaimana dilansir dari bnpb.go.id pada Sabtu, tanggal 4 Desember 2021.

Selanjutnya, pukul 15.10 WIB, dilaporkan visual abu vulkanik yang berasal dari guguran awan panas, sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang.

Terpantau dari laporan visual, beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.

Pihak BPBD Kabupaten Lumajang dibantu oleh tim gabungan, sudah menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat.

BPBD setempat sedang mengupayakan, untuk mendirikan titik pengungsian sektoral, di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Hingga siaran pers ini diturunkan belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa.

***

Sumber : BNPB

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter