Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Foto Andi Arif

PARANGMAYA -Politisi Partai Demokrat, Andi Arief angkat bicara terkait bencana erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur.  Dia mengatakan bahwa “Gunung semeru erupsi tanpa peringatan otoritas gunung api,”katanya.

Andi mengatakan bahwa, peran peringatan otoritas gunung api sangat signifikan untuk meminimalisir jatuhnya korban. Bahkan dia mengatakan bahwa tanpa berfungsinya otoritas tersebut “membahayakan warga,” tegasnya.

Pendapat ini disampaikan lewatakun twitter pribadinya @Andiarief_ pada Sabtu, tanggal 4 Desember 2021.

Andi mendesak agar DPR RI memanggil menteri ESDM beserta jajarannya.

“DPR wajib memanggil menteri ESDM dan jajarannya,”katanya.

Menurutnya “Gagalnya sistem bekerja? Alamat buruk mitigasi,”tegasnya.

Gunung Semeru memuntahkan lava pijarnya pukul 16.29, pada Sabtu, tanggal 4 Desember 2021. BNPB melaporkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat. Sehingga memicu luncuran guguran lava pijar sejauh 500-800 meter.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mencatat bahwa, guguran lava pijar yang berhasil diamati memiliki jarak luncur kurang lebih 500-800 meter, dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Guguran awan panas mengarah ke tiga desa antara lain : (1) Desa Besuk Kobokan (2) Desa Sapiturang (3) Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Gunung semeru erupsi tanpa peringatan otoritas gunung api. Membahayakan warga, DPR wajib memanggil menteri ESDM dan jajarannya. Gagalnya sistem bekerja? Alamat buruk mitigasi,”ungkapnya.

Sumber : Twitter