Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Fadli Zon

PARANGMAYA – Anggota DPR RI, Fadli Zon mengarahkan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, untuk menumpas KKB di Papua, bukan malah melawan Kotak Amal dan kurma.

Dia mendesak agar Densus 88, bisa menjawab pertanyaannya yaitu “Hampir tiap hari tangkap teroris, apa yang diteror? Mau teror siapa?,”telisiknya.

Pertanyaan ini merupakan awal dari penilaiannya kepada kinerja Densus 88 terkait penanganan terorisme.

Hal ini ditulis melalui akun twitter pribadinya @fadlizon pada Selasa, tanggal 9 November 2021.

Fadli menambahkan pendekatannya tentang terorisme. Dia membandingkan penanganan teroris di luar negeri, “di luar negeri biasanya teroris ngaku apa tujuan dan kehendaknya? jelasnya. 

Sedangkan Densus 88 disini “Ini malah melawan kotak amal dan kurma. Uruslah “KKB” di Papua.”tegasnya.

Hampir tiap hari tangkap teroris, apa yg diteror? Mau teror siapa? Kalau di luar negeri biasanya teroris ngaku apa tujuan n kehendaknya. Ini malah melawan kotak amal n kurma. Uruslah “KKB” di Papua.

Fadli juga berpendapat bahwa “Teroris separatis yang jelas-jelas menantang RI harusnya yang jadi prioritas tapi tak bisa ditangani,”tegasnya(6/10/201)

Anggota DPR RI ini bereaksi keras, saat tersiar kabar bahwa Densus 88 Antiteror Polri menyita lebih dari 800 kotak amal LAZ BM ABA, di gudang yang berada di Way Halim Bandar Lampung.

Densus 88 menduga, bahwa ratusan kotak amal tersebut digunakan untuk mendanai jaringan Jamaah Islamiah (JI ) di kantor Yayasan Ishlahul Umat Lampung, di pekon Klaten Kecamatan Gadingrejo Pringsewu, Kamis (4/11/2021) siang.

Keterangan itu di umumkan oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat diwawancarai dilokasi penyitaan mengatakan, pada kesempatan ini tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah melaksanakan kegiatan RPE ( Raid Planing Execution).

” Kegiatan ini dilakukan tidak mengenal lelah oleh tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri yang telah melakukan pengembangan dan pencarian barang bukti berupa kotak amal yang selama ini patut diduga untuk melakukan kegiatan penggalangan dana kegiatan radikalisme untuk merancang aksi terorisme diberbagai wilayah” katanya, sebagaimana dilansir dari situs humas.polri.go.id (4/11/2021).

Perkembangan terkini, Densus 88 menyebut bisnis kurma yang dijalankan Jaringan Islamiyah (JI) sebagai sumber dana bagi aktivitas terorisme.

***

Sumber : Twitter