Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_KH Cholil Nafis

PARANGMAYA – Ketua MUI, KH. Cholil Nafis angkat bicara terkait mengeksploitasi covid-19 untuk kepentingan bisnis. Dia mengatakan bahwa kegiatan usaha atau bisnis merupakan salah satu dari Sunah Nabi Muhammad S.A.W.

KH. Cholil menegaskan bahwa namun kegiatan usaha tersebut, akan menjadi kezhaliman ketika “mengeksploitasi covid-19 untuk bisnis PCR bahkan sengaja bikin kebijakan untuk kepentingan bisnis pribadi,”tegasnya.

Beliau berharap bahwa tes antigen maupun PCR, diorientasikan untuk kepentingan kesehatan. Bukan malah untuk kekepentingan bisnis personal.

Pernyataan tegasnya tersebut ditulis lewat akun twitter pribadi pada Senin, tanggal 2 November 2021.

“Bisnis itu sunnah Nabi saw. Tapi mengeksploitasi covid-19 utk bisnis PCR bahkan sengaja bikin kebijakan utk kepentingan bisnis pribadi itu pasti kezhaliman. Berharap tes antigen/PCR benar2 utk kepentinggan kesehatan, jangan sampai lebih cenderung pada kepentingan bisnisnya,”ungkapnya.

Sebelumnya, dia mengungkapkan sikap pribadinya bahwa “saya sebisa mungkin menghindari PCR,”katanya.

Dia memberikan alasan bahwa “Malas dicoloknya, repot ke dokternya apalagi membayarnya. . Tapi bagi pebisnisnya melambung keuntungannya,”ungkapnya.

“Secara pribadi saya sebisa mungkin menghindari PCR, bahkan sebagian teman memilih tak hadir pertemuan yg mewajibkan PCR. Malas dicoloknya, repot ke dokternya apalagi membayarnya. . Tapi bagi pebisnisnya melambung keuntungannya. Lalu kapan kita perlu, bahkan wajib PCR? (30/10/2021).

KH Cholil bahkan lebih memilih, untuk melakukan perjalanan darat. Dia mengatakan “Selama masih bisa dijangkau via darat maka saya lakukan darat aja biar tak dicolok. Apalagi ke Jawa sampe’ ke Jawa Timur saya lalui dengan kendaraan sendiri,”paparnya.

***

Sumber : Twitter