Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Roy Suryo

PARANGMAYA – Pakar Telematika, Roy Suryo menyoroti IG Story dari Sopir Vanessa Angel yaitu Tubagus Joddy. Dia menjelaskan hasil hipotesisnya, dengan menghubungkan antara, IG Story Joddy yang telah dihapus, dan  kecapatan rata-rata Pajero yang dikemudikannya saat mengalami kecelakaan tunggal.

Roy mengawali penjelasannya dengan menentukan titik lokasi dimana IG Story Joddy tersebut dibuat. Dia menjelaskan bahwa IG Story tersebut, dibuat di lokasi Km 555.

Sedangkan tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan tunggal, yang menewaskan artis sinetron Vanessa Angel dan suaminya Bibi Andriansyah berada tepat di Km 672 ruas tol Jombang.

Roy melanjutkan analisanya bahwa ketika IG Story dibuat di lokasi Km 555. Sedangkan kecelakaan di Km 672. Maka diperkirakan ada selang sekitar 117 km, sebelum terjadi peristiwa naas tersebut. Dia juga menambahkan bahwa IG Story dibuat pada pukul 11.52, dan kecelakaan tunggal di tol Jombang Km 672 tersebut terjadi sekitar pukul 12.36.

Dia memperkirakan “artinya kecepatan Pajero kurang lebih 159 km/jam ?,”ungkapnya.

“Dibalik musibah Vanessa Angel di Tol Km 672, saya banyak dikonfirmasi Insta-Story sopirnya, Tb Joddy (yg sdh dihapus) IS ini dibuat di Km 555, 117 km sebelum kecelakaan, sekitar jam 11.52. Bila Laka terjadi jam 12.36, artinya kecepatan Pajero +- 159 km/jam ? Biarlah TAA Pol yang menganalisisnya,”bebernya.

Pada kesempatan berbeda saat dikonfirmasi oleh Parangmaya.com, Roy Suryo mempertajam analisisnya bahwa, kecepatan rata-rata 159 km/ jam itu melaju sepanjang 44 Km.

Sehingga tidak menutup kemungkinan “Sesekali mencapai kecepatan jauh lebih cepat dari itu, sekitar 180 km /jam atau bahkan lebih, sampai 200 km/jam,”jelasnya. (5/11/2021).

“159 km/jam itu rata2 dalam 44 Km, Artinya bisa jadi sesekali mencapai kecepatan jauh lebih cepat dari itu, sekitar 180 km /jam atau bahkan lebih, sampai 200 km/jam, paparnya.

Sedangkan kondisi sopir juga iku dinilai oleh Roy Suryo. Dia menilai bahwa Dengan kecepatan setinggi itu, “Wajarkah Yang bersangkutan “mengantuk” ? Sebab mengantuk biasanya melambat kecepatannya, mungkin lebih tepat Yang bersangkutan Fatiq (lelah) atau bahkan Main HP,”paparnya.

Roy juga menyertakan postingan Insta-Story dari Tubagus Joddy yang sudah dihapus, sebelum terjadi peristiwa  kecelakaan.

Dia mengaku bahwa, banyak pihak yang ingin meminta penilaiannya terkait Insta-Story Tb Joddy tersebut. Terlepas dari analisanya tersebut, dia menyerahkan seluruhnya kepada pihak kepolisian untuk memberikan penilaian atas peritiwa kecelakaan tunggal tersebut.

***

Sumber : Roy Suryo