Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_KH Cholil Nafis

PARANGMAYA – Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis angkat bicara terkait Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2021.

Peraturan itu berisi tentang izin impor, MMEA dengan batas maksimal 1.000 ml menjadi sebanyak 2.250 ml atau 3 botol @750 ml.

KH. Cholil meminta kepada pemerintah untuk mendengar dan mau merevisi peraturan tersebut.

“Mudah2-an Pemerintah mendengar dan mau merevisinya,” katanya.

Dia berpendapat bahwa “Tak muluk-muluk yang kami tuntut adalah melindungi anak bangsa dari narkoba. Pasalnya, jika akalnya sudah diracuni, maka manusia akan rentan kehilangan kemanusiaannya. Bahkan, berpotensi menghilangkan kemanusiaannya untuk membangun bumi dan mampertahankan bangsanya.

“Kalau sudah diracuni akalnya maka hilanglah kemanusiaannya untuk membangun bumi dan mempertahankan NKRI,” jelasnya.

Perdapatnya tersebut, di tuliskan dalam akun twitter pribadinya pada Minggu, tanggal  7 November 2021.

KH. Cholil menggarisbawahi bahwa, “Letak perbedaan manusia dan makhluk lainnya adalah akalnya,” katanya. sehingga manusia berkewajiban menjaga kesehatan dan kejernihan akalnya dari sesuatu yang bisa merusaknya.

Pada kesempatan berbeda, KH.Cholil Nafis, juga berpendapat hal yang sama saat peraturan tersebut dia mengatakan bahwa “Permendag mengenai impor minuman alkohol (Minol) yang disahkan tersebut cenderung memihak kepentingan wisatawan asing, serta merugikan anak bangsa dan pendapatan negara. Kami berharap Permendag ini dibatalkan, demi menjaga moral dan akal sehat anak bangsa juga kerugian negara. Di samping itu, pembahasan RUU minuman keras/ beralkohol segera dibahas dan dituntaskan” tegasnya.

“Mudah2-an Pemerintah mendengar dan mau merevisinya. Tak muluk2 yg kami tuntut adalah melindungi anak bangsa dari narkoba. Letak perbedaan manusia dan makhluk lainnya adalah akalnya. Klo sdh diracuni akalnya maka hilanglah kemanusiaannya utk membangun bumi dan mempertahankan NKRI,”paparnya.

***

Sumber : Twitter