Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Hidayat Nur Wahid

PARANGMAYA – Wakil Ketua MPR RI,Hidayat Nur Wahid menggarisbawahi bahwa, isu radikalisme Islam kerap digunakan sebagai alat propaganda politik. Tujuannya adalah “Pecah belah Umat, alihkan issu, yang itu semua tidak demokratis,”katanya.

Dia menegaskan keadaan tersebut, merujuk pada pernyataan John L Esposito.

Hidayat menjelaskan bahwa, Isu Radikalisme Islam kerap digunakan oleh banyak rezim penguasa, lewat badan intelijen, seperti kesimpulan tokoh tersebut.

Tokoh tersebut juga menjelaskan, bahwa produksi isu Radikalisme Islam adalah untuk melicinkan kepentingan, dari instrumen politik dari rezim penguasa. Diantara yang terkait dengan Intrumen politiknya, yaitu memecah belah umat hingga pengalihan isu.

Hidayat juga membenarkan bahwa, kesimpulan dari pernyataan John L Espositoitu, selaras dengan Karen Amstrong.

Dia menjelaskan argumentasi singkatnya, lewat akun twitter pribadinya @hnurwahid pada Rabu, tanggal 6 Oktober 2021.

“Kesimpulan Karen Amstrong, mirip dengan pernyataan John L Esposito, bahwa lewat badan intelejen banyak rezim penguasa pergunakan issu radikalisme Islam sebagai alat propaganda politik untuk kepentingan instrumen politiknya seperti dengan pecah belah Umat, alihkan issu,yang itu semua tidak demokratis,”bebernya.

***

Sumber : Twitter