Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Pic dr Eva

PARANGMAYA – Ketua Dokter Indonesia Bersatu (DIB), Dokter Eva Sri Diana Chaniago menyoroti pendapat Sherina. dr Eva ikut angkat bicara, ketika perspektif Sherina tentang binatang anjing hanya dilokalisir sebatas binatang peliharaan saja.

Eva mengungkap bahwa, faktanya anjing bukan hanya berstatus sebagai binatang peliharaan saja. Buktinya, hewan itu juga dikonsumsi setiap hari di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan cara membunuhnya tidak dengan disembelih, tapi dengan memukul kepalanya, atau digebukin badannya sebelum dimasak dan dimakan.

“Jadi yang dianggap anjing dan harus dilindungi itu anjing peliharaan aja ya ? Anjing yang tiap hari digetok kepalanya, digebukkin badannya terus dimakan bukan anjing ya dek? ungkapnya.

Pendapatnya ini merupakan anti tesis dari pendapat Sherina yang mengatakan “Masih stres kebayang hewan peliharaan tersayang, dirawat dari kecil, ramah dan percaya sama manusia, eh diburu, disiksa dan tewas oleh tangan-tangan aparat berseragam, utk alasan apakah? Wisata halal? Kalau sampai iya demi itu, apakah halal = menghalalkan segala cara? Sakit,”cuitnya (23/10/2021)

Eva juga menggarisbawahi, bahwa anjing yang dikonsumsi itu setiap hari jumlahnya mencapai ribuan.

“Ribuan loh dek, bukan satu Di Indonesia loh !,”sentilnya.

Pada akhir redaksinya, dia mengajak kepada Sherina “agar jangan sok gaduh”katanya.

“Yuk lah jangan sok gaduh, niatmu orang dah paham kok,”jelasnya.

“Jadi yg dianggap anjing dan harus dilindungi itu anjing peliharaan aja ya ? Anjing yg tiap hari digetok kepalanya, digebukkin badannya terus dimakan bukan anjing ya dek ?Ribuan loh dek, bukan satu Di Indonesia loh ! Yuk lah jangan sok gaduh, niatmu orang dah paham kok,”jelasnya.

***

Sumber : Twitter