Bagikan :

Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Twitter_Pic Menag Yaqut

PARANGMAYA –  Warganet ramai memposting pertemuan Menag Yaqut Cholil Qoumas saat bertemu dengan Menteri Urusan Islam Saudi Arabia, Syekh Abdullatif. Pertemuan tersebut sejatinya membahas tentang peningkatan kerja sama hingga promosi moderasi beragama.

Sedangkan yang disoroti oleh netizen, justu dialog diluar pertemuan tersebut. Sebagaimana dikatankan oleh pemilik akun  @Lelaki_5unyi yang mengatakan “Menteri Agama RI @YaqutCQoumas minta bantuan penterjemah Bahasa Arab saat menemui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Al-Sheikh Abdullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh,Dari video ini terungkap ternyata Yaqut tidak mampu berbahasa Arab.

Video tersebut sempat viral, ditambah hastag Menag menjadi Trending Topik di Twitter pada tanggal 23 November 2021.

Sedangkan pemilik akun @abu_waras menuliskan “Viral! Netizen Pada Kaget, Menteri Agama Sekarang Ternyata Tidak Bisa bahasa Arab padahal dari NU. Koq Bisa?,”tanyanya.

Mayoritas warganet menyayangkan dugaan ketidakmampuan Menag dalam berbahasa Arab. Seperti yang dituturkan pemilik akun @MilitanAb. Dia mengatakan “Lah gimana tuh MENTERI AGAMA kagak bisa BAHASA ARAB terus bisanya BAHASA NUSANTARA .. Weleh … Weleh,”selorohnya.

Adapun pemilik akun @MSApunya, mengingatkan publik dengan regulasi wacana dari Menag tentang radikal. Dia mengatakan “Sibuk dengan radikal radikul, bahasa arab aja harus ada yang menerjemahkan nya,”sindirnya.

Menag dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa “Hari ini, Alhamdulillah saya diterima Menteri Urusan Islam Syekh Abdullatif. Kami berdiskusi tentang rencana peningkatan kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang, khususnya bidang dakwah dan penyuluhan Islam serta promosi terhadap moderasi beragama,” ungkapnya.

“Viral! Netizen Pada Kaget, Menteri Agama Sekarang Ternyata Tidak Bisa bahasa Arab padahal dari NU. Koq Bisa?,”ungkapnya.

“Lah gimana tuh MENTERI AGAMA kagak bisa BAHASA ARAB terus bisanya BAHASA NUSANTARA .. Weleh … Weleh,”jelasnya.

“Sibuk dengan radikal radikul, bahasa arab aja harus ada yang menerjemahkan nya,”katanya.

***

Sumber : Twitter