Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp
Pixabay_Ilustrasi MotoGP

PARANGMAYA – Gelaran pacu kuda besi tingkat dunia senyatanya pernah digeber di Indonesia. Grand Prix MotoGP kelas 500 cc, 250 cc dan 125 cc sudah pernah digelar di Sirkuit Sentul pada 28 September 1997.

Akun twitter berkarya menuliskan bahwa “Grand Prix Sepeda Motor Indonesia 1997 adalah seri ke-14 dari Grand Prix Sepeda Motor musim 1997. Dilaksanakan pada tanggal 28 September 1997 di Sirkuit Sentul,”tulisnya.

Pada 1997, balapan MotoGP masih terbagi ke dalam tiga kelas yaitu 500 cc, 250 cc, dan 125 cc.

dalam keterangan tersebut dikatakan bahwa “Valentino Rossi menjadi juara di Sirkuit Sentul pada gelaran GP Indonesia 1997. Rossi menjalani musim keduanya di Grand Prix kelas 125cc membela tim Aprilia. Memulai balapan dari posisi keempat, Rossi yang saat itu berusia 18th mengambil alih posisi terdepan pada pertengahan race,”jelasnya.

Sedangkan pemenang balapan MotoGP di Sirkuit Sentul 1997 untuk masing-masing kelas antara lain : (1) Kelas 500 cc adalah Tadayuki Okada dari Tim Honda (2) Kelas 250 cc adalah Max Biaggi dari Tim Honda dan (3) Kelas 125 cc adalah Valentino Rossi dari tim Aprilia.

Sedangkan harga tiket waktu itu hanya Rp 20 ribu, kata seorang blogger yang ketika itu ikut menjadi salah satu penonton. “harga tiket masuk untuk menonton balapan MotoGP Indonesia di Sirkut Sentul pada 1997 adalah Rp 20 ribu,”katanya.

Jika merujuk pada data inflasi Bank Dunia, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp 39.420 hari ini.

Ternyata dibalik sukses menyelenggarakan balapan MotoGP tersebut, punya cerita yang unik. Awalnya Sirkuit Sentul tersebut diplot sebagai Sirkuit Formula 1, tapi fasilitas penunjang balapan belum dianggap memuaskan sehingga gagal. Padahal, Tommy Soeharto sudah merekrut desainer-desainer dari FIA dan FISA (federasi F1).

“Karena rencana awalnya, Sirkuit Sentul akan dibangun untuk Formula 1, maka Tommy Soeharto merekrut desainer-desainer dari FIA dan FISA (federasi F1). Namun karena fasilitas penunjang balapan yang belum memuaskan, Formula 1 pun gagal digelar di Sirkuit Sentul, Indonesia,”ungkapnya.

“Meski gagal menggelar Formula 1, namun Sirkuit Sentul berhasil menjadi tuan rumah pertama Indonesia dalam ajang MotoGP. Dengan berbagai pembenahan, MotoGP 1997 pun hadir di tanah air,”paparnya.

Keterangan yang tidak kalah mengejutkan adalah ternyata dana pembengunan Sikuit Sentul ini berasal dari organisasi Ikatan Motor Indonesia (IMI).

“Tommy Soeharto sendiri mengaku bahwa alokasi dana pembangunan Sirkuit Sentul ini dari organisasinya sendiri. Mengingat, saat itu mereka kesulitan mencari sponsor.“(Dana) dari kita sendiri (IMI), dari BP Ancol, juga dari Gaikindo. Tenaga desain lay out-nya dari FIA dan FISA yang disesuaikan dengan lahan yang ada,” ungkap Tommy Soeharto di tabloid Otomotif beberapa tahun silam,”jelasnya.

Sirkuit Sentul tersebut, dibangun atas usulan dari Tommy Soeharto selaku Ketua Umum PB Ikatan Motor Indonesia (IMI).

“Sirkuit yg terletak di Kota Bogor tsb dibangun atas usul Tommy Soeharto, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PB Ikatan Motor Indonesia (IMI). Dirinya tak sendiri mempelopori pembangunan Sirkuit Sentul tersebut. Ia juga didukung oleh Tinton Soeparpato dan Tunky Ariwibowo,” bebernya.

***

Sumber : Twitter

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter