Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Net_ Instagram Jaksa Agung ST Burhanuddin

PARANGMAYA.COM – Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin mengumumkan dua tersangkan baru, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600 PT Garuda Indonesia.

Dua tersangka tersebut antara lain : (1) Mantan Direktur Utama, Emirsyah Satar (2) Mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedardjo.

Keterangan tersebut diutarakan di Gedung Kartika Kejaksaan Agung pada Senin, tanggal 27 Juni 2022

“Kami menetapkan dua tersangka baru, yaitu ES (Emirsyah Satar) selaku Eks Direktur Utama PT Garuda. Kedua adalah SS selaku Direktur PT Mugi Rekso Abadi,” katanya.

Akibat kasus dugaan kasus korupsi tersebut, diperkirakan kerugian negara mencapai Rp 8,8 triliun.

“Kami mendapat penyerahan hasil audit pemeriksaan kerugian negara PT Garuda senilai kalau di Indonesia-kan Rp 8,8 triliun, itu kerugian yang ditimbulkan oleh PT Garuda,” tuturnya,sebagaimana dilansir dari PMJNEWS pada Senin (27/6/2022)

Emirsyah dan Soetikno disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 Juncto Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1.

  Terkini ! Kapolri Berhasil Membongkar Peran Ferdy Sambo pada Tragedi Jumat Berdarah di Duren Tiga, Simak dan Lihat Videonya Disini !

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan 3 tersangka. Salah satunya Setijo Awibowo (SA) selaku VP Strategic Management Office Garuda Indonesia 2011-2012.

Kemudian, Agus Wahjudo selaku Executive Project Manager Aircraft Delivery PT Garuda Indonesia 2009-2014, dan Albert Burhan (AB) selaku VP Vice President Treasury Management PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode 2005-2012.***

Artikel Terkait

Terkini Teraktual