Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Net_St Agustinus

PARANGMAYA.COM – The City of God, merupakan konsep yang mendasari seluruh gambaran dasar pemikiran politik Agustinus.

Dia menyeru kepada semua warga bangsa dan menyatukan semua masyarakat suci dari semua bahasa untuk tidak terpecah dalam perbedaan cara, hukum, dan institusi sehingga perdamaian diatas bumi bisa tercapai dan dipertahankan.

Kekuasaan Tunggal di Atas Bumi

Da adalah komunitas Kristen yang berdiri diatas semua batas-batas bangsa dan bahasa. Ia bukan hanya kota yang didiami oleh filosof saja tetapi berpenduduk semua orang dan kalangan seperti orang merdeka, budak, berpendidikan atau awam.

Seluruh penduduk apapun statusnya bisa menjadi anggota kerajaan sorga dengan mencintai dan menyembah Tuhan. Karena cinta sejati adalah ikatan sosial dan agama diantara orang-orang yang menyembah Tuhan.

Konsep ini diusung oleh Agustinus sebagai upaya untuk menentang euphoria bangsa Goth yang telah berhasil menumbangkan Roma. Disisi lain, mengispirasi sebuah keniscayaan tentang potensi thologis sebagai kekuasaan absolute dimuka bumi.

Sebagaimana diketahui bahwa Roma dihancurkan dan dirampas oleh Bangsa Goth dibawah raja Alaric. Bangsa Goth menuduh bahwa bencana ini adalah akibat Kristen, serta memaki-maki Tuhan yang sebenarnya dengan kebencian dan kemarahan. Sebagai serangan balik Agustinus menyebut mereka adalah penyembah Tuhan –Tuhan palsu dan orang-orang pagan.

Selanjutnya mengobarkan semangatnya untuk membangun, bahkan mempertahankan rumah Tuhan dari salah tafsir serta tuduhan tersebut.

Kerajaan Romawi yang sangat besar tumbang pada tahun 410 oleh bangsa Alaric dan Goth. Mereka telah berhasil merampas dan merampok “Eternal City “ (kota abadi), bagian timur atau bizantium dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.

Artikel Terkait

Terkini Teraktual