Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Net_St Agustinus

PARANGMAYA.COM – Pemikir ini juga bisa menunjukkan bahwa hak-hak ini berasal dari dan melekat dari ontologis alam. Namun, diluar ini mereka hanya bisa mendga-dugauntuk wilayah yang tak terjangkau namun diyakini keberadaannya. Contohnya Aristoteles, menyatakan ketidakpuasan terhadan akal dan pembatasan akal manusia.

Pada titik inilah St Agustinus mengambil peran dengan pemikiran theologisnya. Dia mengisi kekosongan ini dengan wahyu Kristen. Mengusung doktrin tentang Tuhan yang bersifat personal sebagai muasal atas hak manusia.

Diantaranya doktrin tentang kejatuhan manusia, harapan penytempurnaan melalui kasih serta ajaran tentang tujuan abadi bukan dunia. Jiwa manusia yang abadi dan bisa disempurnakan menjadikan doktrin hak-hak manusia. Sehingga manusia memiliki hak yang tidak bisa dicabut dan harus dihormati oleh nagara.

Bahwa agama ini dibangun agar manusia memiliki kewajiban moral yang inhern untuk mengejar tujuan yang berada diluar negara.

St Agustinus menitik beratkan pentingnya spiritual dan kelebihan jiwa daripada daging. Ia menegaskan bahwa sebelum manusia jatuh dari sorga bukanlah makhluk sosial. Tuhan menciptakan manusia dalam kesatuan dan harmoni. Namun, hal ini runtuh ketika manusia melakukan dosa dan diturunkan ke bumi.

Doktrin inilah yang pada gilirannya menjadikan theologies sebagai obat bagi manusia maupun negara untuk mencapai tujuan adi dunia. Mustahil tujuan itu dapat diwujudkan tanpa cinta dan kemurahan Tuhan, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam doktrik Kristen. “Tidak ada cinta terhadap tetangga jika tidak ada cinta Tuhan, dan cinta tetangga pada Tuhan”. Doktrik Cinta inilah yang menjadi acuan bersama sebuah ikatan dari masyarakat yang sejati.

Sebagai subyek dari sumber kekacauan yang diakibatkan oleh dosa asal Agustinus senantiasa mengingatkan bahwa cinta dan kemuarahan hati yang diilhami oleh keyakinan bersama Kristus yang menyatukan orang-orang dalam masyarakat sejati.

Sebagai penegas peran utama Tuhan dalam elemen doktin itu adalah “orang-orang tidak akan terdorong bersatu kecuali jika didalam diri mereka tidak terdapat kemuarahan hati Kristus yang sempurna. Dia mendifinisikan kemurahan hati sebagai gerakan jiwa pada kegembiraan Tuhan sematadan pada kegembiraan dirinya dan tetangganya karena kasih Tuhan.

Monarki Absolut

Gereja Kristen sebagai institusi Tuhan yang diserahi tugas pemeliharaan jiwa manusia harus menggantikan konsep kuno tentang agama kota.

Artikel Terkait

Terkini Teraktual