Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Net_Twitter Pic Gempa Bumi Afganistan

PARANGMAYA.COM – Bantuan mulai berdatangan pada Kamis di lokasi terpencil Afghanistan. Diperkirakan jumlah  korban  gempa bumi memakan korban lebih dari 1.000 orang.

Komunikasi yang buruk dan kurangnya jalan yang layak, telah menghambat upaya bantuan tersebut.

Gempa berkekuatan 6,1 mengguncang pada Rabu pagi, titik gempa sekitar 160 km, (100 mil) tenggara Kabul, di pegunungan gersang yang dihiasi dengan pemukiman kecil di dekat perbatasan dengan Pakistan.

“Kami tidak dapat menjangkau daerah itu, jaringan terlalu lemah, kami mencoba untuk mendapatkan pembaruan,” Mohammad Ismail Muawiyah, juru bicara komandan militer Taliban di provinsi Paktika yang paling parah dilanda bencana, mengatakan kepada Reuters, pada Kamis, 23 Juni 2022.

Gempa itu menewaskan sedikitnya 1.000 orang dan melukai 1.500 lainnya, katanya. Lebih dari 3.000 rumah hancur.

Jumlah korban tersebut merupakan gempa paling mematikan di Afghanistan dalam dua dekade, menurut data pemerintah AS.

Sekitar 1.000 orang telah diselamatkan dari berbagai daerah yang terkena dampak pada Kamis pagi, Sharafat Zaman, juru bicara kementerian kesehatan mengatakan kepada Reuters.

“Bantuan sudah sampai ke daerah dan terus berlanjut tapi masih dibutuhkan lebih banyak lagi,” katanya.

Kota Gayan, dekat dengan pusat gempa, mengalami kerusakan signifikan dengan sebagian besar bangunan berdinding lumpur rusak atau runtuh total, kata tim Reuters.

Kota itu, dengan hanya jalan yang paling sederhana, ramai dengan tentara Taliban dan ambulans ketika sebuah helikopter yang membawa pasokan bantuan mendarat di dekatnya, menimbulkan pusaran debu yang besar. Sekitar 300 orang duduk di tanah menunggu pasokan.

***

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter