Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_ilustrasi gempa

PARANGMAYA.COM – Sedikitnya 1.000 korban tewas dan 1.500 terluka, saat gempa bumi berkekuatan 6.1 SR mengguncang Afganistan.

Rumah-rumah menjadi puing-puing, dan mayat-mayat yang terbungkus selimut tergeletak di tanah, sebagaimana foto-foto di media Afghanistan, sebagaimana dilansir dari Reuters pada Rabu, tanggal 22 Juni 2022

Kepala Penerangan Provinsi Paktika, Mohammad Amin Hazifi mengatakan bahwa “Banyak orang masih terkubur di bawah tanah. Tim penyelamat Imarah Islam telah tiba dan dengan bantuan penduduk setempat berusaha mengeluarkan korban tewas dan luka-luka,”katanya.

Sedangkan sejumlah orang yang tidak diketahui, masih terjebak di bawah puing-puing dan berada di daerah-daerah terpencil.

penyelamatan diperumit oleh kondisi sulit termasuk hujan lebat, tanah longsor dan banyak desa terletak di daerah lereng bukit yang tidak dapat diakses,”kata pekerja kesehatan dan bantuan.

Upaya operasi penyelamatan akan menjadi ujian besar bagi otoritas Islam Taliban. Kementerian pertahanan yang dipimpin Taliban memimpin upaya penyelamatan.

Loretta Hieber Girardet dari kantor pengurangan risiko bencana PBB, akan berupaya untuk memberikan bantuan dan menyelamatkan orang-orang yang terperangkap di bawah puing-puing, tantangan terbesarnya adalah medan dan cuaca.

“Jalan-jalannya buruk bahkan pada waktu-waktu terbaik sehingga operasi kemanusiaan yang dilakukan akan segera ditantang oleh kurangnya akses mudah ke daerah itu,” katanya, menambahkan bahwa hujan yang dikombinasikan dengan gempa menciptakan risiko lebih lanjut. longsor bagi pekerja kemanusiaan

Getaran gempabumi dirasakan hingga di negara tetangga seperti Pakistan dan Iran. Namun, tidak ada laporan segera mengenai kerusakan atau korban jiwa

***

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter