Share on email
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on whatsapp

Pixabay_Ilustrasi Jet Tempur

PARANGMAYA – Serangan udara Israel di wilayah tengah Suriah menewaskan dua warga sipil dan melukai tujuh orang lainnya.

Serangan Israel ini dilancarkan pada pukul 01:26 (23:26 GMT) yang dilaporkan media resmi pada hari Rabu (24/11/2021)

Pertahanan udara Suriah berusaha menghalau serangan itu, di atas kota Homs. “Sebuah agresi udara Israel menargetkan bagian-bagian wilayah tengah, dan pertahanan udara meresponsnya,” kata kantor berita pemerintah SANA.

Sementara ini tercatat dua warga sipil tewas, dan tujuh lainnya menderita luka serius, SANA menambahkan bahwa, sebanyak enam tentara Suriah juga terluka dalam serangan itu.

Seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya dikutip mengatakan pesawat-pesawat tempur menembakkan rudal pada pukul 01:26 (23:26 GMT) saat terbang di atas wilayah udara tetangga Lebanon.

Israel, sudah melakukan ratusan serangan, dalam beberapa tahun terakhir di Suriah, namun jarang mengakui atau membahas operasi semacam itu,sebagaimana dilansir dari Al Jazeera pada Rabu, 24 November 2021.

Serangan terakhir terjadi di tengah peningkatan serangan yang dilaporkan oleh Israel di Suriah dalam beberapa pekan terakhir.

  Presiden Jokowi Bertolak ke Kiev-Ukraina Lewat Polandia Pakai Kereta Api

Pekan lalu, Suriah mengatakan Israel melakukan serangan di selatan ibu kota, Damaskus. Serangan itu datang dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki dan menghantam fasilitas kosong, tanpa menimbulkan korban.

Awal bulan ini, dua tentara Suriah terluka setelah Israel melakukan serangan udara di dekat pedesaan timur Homs dan kota pesisir Tartous.

Israel telah mengakui telah mengambil pangkalan milisi sekutu Iran, seperti kelompok Hizbullah Libanon yang memiliki pejuang yang dikerahkan di Suriah. Dikatakan menyerang pengiriman senjata yang diyakini ditujukan untuk kelompok bersenjata.

Hizbullah bertempur di pihak pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang saudara 10 tahun.

Israel mengatakan kehadiran Iran di perbatasan utara adalah garis merah, membenarkan serangan udara terhadap fasilitas dan senjata di dalam wilayah Suriah.***

Sumber : Al Jazeera

Artikel Terkait

Terkini Teraktual

Nawala / Newsletter